Puasa Sya’ban
August 23, 2008 at 4:16 am | In info, religi | 4 CommentsTags: puasa sya'ban, sunnah
Alhamdulillah sudah memasuki bulan Sya’ban, sudah hampir sampai di akhir bulan malah. Berarti sebentar lagi akan datang bulan suci Ramadhan. “Marhaban Yaa Ramadhan..”. Karena berdiskusi dengan temen di kantor yang menanyakan mengapa aku puasa di bulan Sya’ban, aku jd tertarik untuk mencari sumber yang bisa di jadikan dasar argumenku. Kebiasaan burukku adalah tidak bisa menghafal dengan baik. Yang aku ingat saat mengikuti kajian mengenai puasa sunnah, pernah dibahas bahwa Rasulullah memperbanyak puasa di Bulan Sya’ban. Beliau tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak di bulan Sya’ban. Jadi kita disunnahkan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Selain itu manfaat puasa Sya’ban adalah untuk melatih dan mempersiapkan diri kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Ketika ditanyai hadist yang mendukung, aku hanya bisa senyum-senyum malu, soalnya aku ga hapal, hehe.. Biasa mengandalkan buku dan catetan sih, susah ngapalin
Akhirnya aku mulai browsing-browsing artikel tentang puasa Sya’ban.
Dari Aisyah r.a. beliau berkata:”Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga kita mengatakan tidak pernah tidak puasa, dan beliau berbuka (tidak puasa) hingga kita mengatakan tidak puasa, tapi aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada bulan Sya’ban”. (h.r. Bukhari). Beliau juga bersabda:”Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:
فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ .
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban.” (HR. Bukhari)
Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: “Malam nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: “Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing.” (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).
Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A’mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya’ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya’ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya’ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka’bah.
Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur’an, berdo’a dan amal-amal salih lainnya.
Mengenai puasa pada NIsfu Sya’ban, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa mengkhususkan puasa atau amalan lainnya pada nisfu sya’ban (pertengahan sya’ban), maka hal ini tidak ada tuntunannya dalam syariat, karena dalil-dalil yang ada sangat lemah dan bahkan ada yang maudhu (palsu). Wallahu a’lam..
Hendaknya tidak berpuasa pada hari syak (hari yang meragukan apakah sudah masuk ramadhan atau belum), yakni sehari atau dua hari pada akhir Sya’ban, kecuali bagi seseorang yang kebetulan bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukannya dari puasa-pusa sunnah yang disyariatkan semisal puasa dawud atau puasa senin kamis. (dikutip dari http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-sunnah.html)
4 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
andai kepala ini bisa terhubung ke internet, kayaknya lebih sip …
Comment by yuda harja — August 24, 2008 #
*perkenalan dulu
ini anisah,, angk 04 bu…
temen faizal…
p.s: makasi info ttg puasa sya’ban-nya..
bekel buat ramadhan nih… =D
Comment by neesha — August 28, 2008 #
@ mas yuda : wah sip banget tuh, klo ada yg bisa bagi2 infonya ya
@ mbak neesha : salam kenal jg, sama-sama mbak, met menyambut Ramadhan, semoga Ramadhan bisa menjadikan kita hamba-Nya yang benar-benar bertaqwa, amin..
Comment by wahyoutyas — August 29, 2008 #
#tyas: kunjungi saja weblog saya
Comment by yuda harja — September 4, 2008 #