KAUST Discovery Scholarship

April 15, 2008 at 6:00 am | In info, scholarship | 8 Comments
Tags: ,

ELIGIBILITY AND SELECTION

Note: Students studying at universities in Europe should contact scholarships@kaust.edu.sa to receive information on special eligibility considerations for Europe.

To qualify for a KAUST Discovery Scholarship, you:

  • Must be able to provide an official first-university or bachelor’s university record or transcript documenting coursework taken and highest academic achievement;
  • Must be currently enrolled in a first university or bachelor’s degree program in a field of study that is related to the overall KAUST mission (engineering, science, mathematics, environmental science, computer science, etc.);
  • Must have the equivalent of a minimum overall GPA of 3.0 and a minimum major-field-of-study GPA of 3.3 on a 4.0 scale
  • Must have, at a minimum, one of the following as an English language proficiency test score:

550 TOEFL Paper-Based Test (TOEFL ITP also accepted)
213 TOEFL Computer-Based Test
79-80 TOEFL Internet-Based Test
6.0 IELTS

  • Must have completed 80 credit hours, or equivalent, of coursework by the end of the 2008 academic year.
  • Must demonstrate academic and research interest and/or leadership potential that can be documented in your Statement of Purpose on the application;
  • Must be able and willing to matriculate at KAUST in Saudi Arabia in September 2009 or September 2010; and
  • Must be able to travel outside your home country to attend KAUST-sponsored enrichment activities.

KAUST has developed a fair, consistent and transparent selection process for the KAUST Discovery Scholarship

Selection Criteria

KAUST has developed a fair, consistent and transparent selection process for the KAUST Discovery Scholarship. Applicants will be evaluated by the following criteria:

* Academic achievement
* First university or bachelor’s field of study
* Commitment to KAUST goals
* Statement of Purpose
* Demonstrated leadership abilities
* Involvement in related extracurricular activities
* Commitment to matriculate at KAUST upon graduation
* Interview with KAUST representatives or faculty (for finalists only)

Selection Process

  1. Applications are first reviewed for minimum eligibility.
  2. The applications of the highest merit are then reviewed by the KAUST global selection panel.
  3. The global selection panel will then recommend finalists for in-person interviews with KAUST representatives or faculty prior to final selection as Discovery Scholarship recipients.

For more information visit http://www.kaust.edu.sa/

FULBRIGHT MASTER’S DEGREE PROGRAM

April 10, 2008 at 3:14 am | In info, scholarship | Leave a Comment
Tags: , , ,

Ini ada informasi beasiswa Fulbright dari AMINEF. Untuk lebih jelasnya silakan dibaca dengan teliti :)

Preference will be given to applicants who serve as faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia. Applicants will possess:

  • a Sarjana (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
  • leadership qualities
  • a good understanding of Indonesian and international cultures a
  • demonstrated commitment to the chosen field of study
  • a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright program
  • a minimum TOEFL score of 550

HOW TO APPLY

Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at the AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.

Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:

  • Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
  • Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL score report.
  • One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
  • Copy of academic transcript (English translation).
  • Copy of identity document (KTP or passport).

CONTACT INFORMATION

Specific questions regarding the application process may be addressed via e-mail to the following address: infofulbright_ind@aminef.or.id. We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

DEADLINE

The deadline for the submission of application materials for all programs is May 31, 2008.

Note: Program requirements are subject to change without notice.

To download form click here

Menghadapi Kelangkaan Minyak dan LPG

April 9, 2008 at 4:15 am | In info, my diary | Leave a Comment
Tags:

Seperti yg kita liat di berbagai berita di TV dan surat kabar, hampir semua masyarakat di berbagai daerah mengalami kesulitan memperoleh minyak tanah dan LPG. Antrian panjang dimana-mana, hargapun melonjak tinggi.

Tapi masyarakat di desaku terkesan nyantai aja. Karena emang jarang yang make kompor, apalagi kompor gas. Kebanyakan memakai tungku dengan bahan bakar kayu. Aku jd berpikir lebih enak tinggal di desa ya, hehe.. Ada lagi nih tungku model baru, terbuat dari kaleng bekas cat yang dalamnya dilapisi semen, kemudian dikasih saluran untuk memasukkan bahan bakar dan mengeluarkan asap hasil pembakarannya. Bahan bakarnya adalah serbuk gergaji. Hmm.. kreatif kan.. Jadi ga perlu ngantri buat dapetin minyak tanah ato LPG, hehe :)

Desaku terletak di ujung selatan kabupaten Malang, mungkin klo aku sebut namanya ga banyak orang yg tau. Namanya desa Sidodadi, ada di kecamatan Gedangan (coba deh liat peta :P ) letaknya sekitar 12 km dari pantai Sendang Biru. Sebenarnya ada juga pantai lain disini yg ga begitu dikenal orang, namanya pantai Bajul Mati. Pantainya masih alami dan indah banget, ombaknya wuih.. tinggi.. (loh kok jd promosi ya). Tp ga nyesel kok kesana, meskipun jalannya agak susah (maklum masih makadam).

Mitos tentang Cokelat

April 3, 2008 at 5:58 am | In foods, healthy | 2 Comments

 emmm.. enak…

Rasanya yang nikmat membuat cokelat menjadi salah satu makanan favorit anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah manfaatnya seenak rasanya?

Dalam bukunya berjudul Chocolate, A Sweet Indulgence (Chronicle Books, 1997, Karl Petzke dan Sara Slavin menyebut “chocolate is food of the gods”. Ungkapan itu sengaja dibuat penulis untuk menggambarkan betapa cokelat, khususnya bagi orang Spanyol menjadi makanan istimewa.

Lebih dari itu, cokelat dapat menjadi candu secara fisik. “Rasa cokelat yang kaya juga dapat membuat ketagihan secara emosional sesuai dengan simbol dari cokelat, yaitu kemewahan, kenyamanan, sensualitas, kepuasan, dan cinta,” katanya.

Tak hanya di Spanyol atau negara Eropa lainnya, cokelat juga sudah menempati urutan makanan favorit di Indonesia. Tak heran kini tak sulit menemukan camilan manis beraneka bentuk, rasa, dan corak ini.

Hampir di setiap toko dan supermarket, deretan cokelat yang menggiurkan tertata rapi seolah “memanggil” untuk diambil.

Bahkan, kini sudah mulai banyak gerai cokelat yang bertebaran menghiasi tiap sudut kota. Sebut saja Dapur Cokelat maupun Chocoholic. Kedua gerai tersebut khusus menawarkan panganan berbahan serbacokelat, mulai minuman, permen, hingga kue.

Ya, cokelat memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Tak hanya dapat dinikmati sebagai makanan kecil di kala senggang, juga seiring perkembangannya cokelat dimanfaatkan dalam dunia kesehatan dan kecantikan.

Dalam habitatnya, tanaman cokelat merupakan tanaman tropis yang hidup dengan kandungan air dan paparan sinar matahari yang seimbang. Dalam buku yang berjudul Emperors of Chocolate, Joel Glenn Brenner menggambarkan rahasia tentang sensasi rasanya.

Rasa cokelat dibentuk dari campuran 1.200 jenis zat, tanpa satu rasa yang dominan. Malah, sebagian dari zat itu pun rasanya sangat tidak enak. Sebab itu, sampai sekarang cokelat tiruan amat jarang ditemukan.

Cokelat sendiri dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Dark chocolate memiliki kandungan gula yang rendah, berbeda dengan milk chocolate dan white chocolate yang terasa lebih manis karena efek campuran dari susu.

Sebagai penambah rasa, tak jarang cokelat juga dicampurkan dengan daun mint, vanilla, coffe, orange, maupun stroberi. Selain itu, cokelat biasanya juga dilengkapi dengan paduan kacang mete, buah, karamel, maupun crisped rice.

Secara universal, daya tarik cokelat memang sangat mengagumkan. Namun, perasaan bersalah muncul tatkala mengonsumsisi manis ini. Persoalannya, apakah cokelat “tabu” untuk yang sedang ber-diet? Bagi para pencinta cokelat, hal itu bukanlah masalah dan menjadi hal yang lumrah. Pasalnya, perasaan tersebut hilang bersamaan dengan lumernya cokelat yang dikunyah di mulut.

Namun, di balik segala keuntungan pada cokelat, bertolak belakang dengan asosiasi sebagian orang yang beranggapan kalau cokelat dengan campuran yang tidak orisinal malahan dapat membuat tubuh makin subur, jerawatan, sakit gigi, sakit kepala, dan sebagainya. Jangan lantas percaya dahulu. Agaknya pikiran tersebut harus dibuang jauhjauh karena cokelat justru dapat meningkatkan rangsangan dalam hal seks.

Selain itu, cokelat juga dapat menimbulkan sensasi rasa yang membuat tubuh rileks sehingga terhindar dari depresi dan kejenuhan. Namun, memang ada beberapa jenis cokelat yang kandungannya masih banyak diragukan para ahli. Karena itu membentuk opini pada masyarakat mengapa cokelat lebih “unggul” kekurangannya ketimbang manfaatnya yang lebih banyak.

Mengonsumsi dengan kuantitas rendah merupakan solusi jika memang kandungan cokelat tersebut belumlah jelas benar. Namun yang jelas, pesona rasa cokelat agaknya pas dengan pendapat beberapa kalangan yang menyebutkan “chocolate is naughty but nice”.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang suka makan cokelat, termasuk aku nih, hehe ;)

http://lifestyle.okezone.com/

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.